Kamis, 02 Oktober 2014

ANJAS Anak Jalanan

Pada dasarnya anak jalanan adalah anak-anak kurang beruntung yang terlahir di tengah keluarga ekonomi bawah. Padahal bila kita berbicara mengenai anak-anak, seharusnya anak-anak adalah harapan masa depan bangsa yang mana akan menjadi penerus generasi berikutnya. Dan bila masih banyak anak jalanan yang berkeliaran, maka itu akan menjadi potret kegagalan suatu Negara. Seperti yang kita ketahui di Indonesia, masih banyak sekali anak-anak jalanan bahkan pengemis yang berkeliaran di jalanan.

Sama seperti Anjas, ia sudah menjadi pengamen selama tiga tahun. Hidup di dalam kota Jakarta yang begitu keras. Demi membantu kedua orang tuanya mencari uang. Ayahnya hanya seorang pemulung, dan ibunya menjadi buruh cuci jika ada panggilan. Dan Anjas pun sama sekali tidak mendapat paksaan dari pihak mana pun, karena ingin menghidupi kehidupan sehari-hari.

Menjadi anak jalanan sangatlah tak mudah, terkadang bias menyenangkan dan terkadang menyakitkan. Bakan Anjas pernah hanya mendapatkan hasil dari ngamennya sebesar Rp. 7000. Dan pernah juga Anjas mendapat hasil sebesar Rp.100.000 yang mana hasil tersebut memang sudah diniati Anjas untuk dibelikan baju untuk ibunya yang sedang berulang tahun. Namun naas, uang tersebut lenyap setelah preman jalanan merampas paksa uang tersebut dari tangannya.

Harapan setiap manusia adalah mempunyai derajat sama dengan manusia lainnya. Perjuangan dan harapan selalu berjalan berdampingan menuju sebuah kesuksesan. Banyak orang tidak beruntung di luar sana, tetapi mereka punya semangat yang luar biasa untuk melanjutkan hidup

Tidak ada komentar:

Posting Komentar