Pada dasarnya anak jalanan adalah
anak-anak kurang beruntung yang terlahir di tengah keluarga ekonomi bawah. Padahal
bila kita berbicara mengenai anak-anak, seharusnya anak-anak adalah harapan
masa depan bangsa yang mana akan menjadi penerus generasi berikutnya. Dan bila
masih banyak anak jalanan yang berkeliaran, maka itu akan menjadi potret
kegagalan suatu Negara. Seperti yang kita ketahui di Indonesia, masih banyak
sekali anak-anak jalanan bahkan pengemis yang berkeliaran di jalanan.
Sama seperti Anjas, ia sudah menjadi
pengamen selama tiga tahun. Hidup di dalam kota Jakarta yang begitu keras. Demi
membantu kedua orang tuanya mencari uang. Ayahnya hanya seorang pemulung, dan
ibunya menjadi buruh cuci jika ada panggilan. Dan Anjas pun sama sekali tidak
mendapat paksaan dari pihak mana pun, karena ingin menghidupi kehidupan
sehari-hari.
Menjadi anak jalanan sangatlah tak
mudah, terkadang bias menyenangkan dan terkadang menyakitkan. Bakan Anjas
pernah hanya mendapatkan hasil dari ngamennya sebesar Rp. 7000. Dan pernah juga
Anjas mendapat hasil sebesar Rp.100.000 yang mana hasil tersebut memang sudah
diniati Anjas untuk dibelikan baju untuk ibunya yang sedang berulang tahun. Namun
naas, uang tersebut lenyap setelah preman jalanan merampas paksa uang tersebut
dari tangannya.
Harapan setiap manusia adalah
mempunyai derajat sama dengan manusia lainnya. Perjuangan dan harapan selalu
berjalan berdampingan menuju sebuah kesuksesan. Banyak orang tidak beruntung di
luar sana, tetapi mereka punya semangat yang luar biasa untuk melanjutkan hidup
Tidak ada komentar:
Posting Komentar