Jembatan tua yang masih kokoh berdiri di tengah-tengah jalanan kota Surabaya. Jembatan yang berdiri di dekat Bank BI Surabaya ini terlihat sangat indah dilihat dari bawah jembatan dikarenakan Jembatan ini mengalami cat ulang sehingga terlihat lebih cerah. Jembatan ini terlihat indah dilihat dari bawah dikarenakan jembatan ini menjulan dari ujung ke ujung sebrang jalanan kota Surabaya. Itu sebabnya banyak sekali anak muda yang mengabadikan jembatan ini.
Akhir pekan, itulah waktu yang dimanfaatkan anak-anak Surabaya untuk bersenang-senang. Anak-anak kecil ini memanfaatkan liburan mereka di tempat yang begitu menyenangkan bagi mereka, yaitu air mancur di area Taman Bungkul Surabaya. Anak-anak ini terus bermain air mancur karena airnya yang muncul tiba-tiba dan mengejutkan mereka. Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya beranjak dari tempat tersebut.
Dies Natalis merupakan serangkaian acara yang di selenggarakan oleh PENS pada tahun lalu, salah satu acara tersebut yaitu perlombaan bola voly. Para dosen dan stafnya meluangkan waktu mereka setelah jam kuliah berakhir untuk pemanasan menjelang perlombaan dimulai. Perlombaan dimulai sore hari dikarenakan jam selesai kuliah pada sore hari. Itu sebabnya para dosen dan staf PENS terlihat begitu semangat melakukan pemanasan.
Nasi tumpeng merupakan sajian orang Jawa yang begitu khas. Namun kali ini nasi tumpeng ini disajikan untuk perayaan malam tirakatan menjelang 17 Agustus. Nasi tumpeng yang kabarnya berharga sekitar Rp.500.000,00- ini dimasak sendiri oleh ibu-ibu Siwalankerto yang merayakan malam tirakatan. Lebih murah dan bisa menciptakan kekeluargaan itulah alasan ibu-ibu tersebut membuat nasi tumpeng tersebut sendiri.
Merdeka, itulah kata yang sering diucapkan saat menjelang 17 Agustus. Namun berbeda dengan warga RT 07 RW 01 Siwalankerto. Mereka membuat acara malam tirakatan dengan cara menghibur warga-warga setempat. Dengan panggung yang sederhana masyarakat Siwalankerto begitu bersemangat dan percaya diri menghibur warga-warga lainnya. Waktu yang semakin malam tidak menjadi masalah bagi mereka, karena mereka ingin mengekspresikan detik-detik kemerdekaan yang mereka nanti.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar